NADIKABAR.COM β Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi dan melatih warga Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mengolah biji pala menjadi produk pembersih tangan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Pelatihan tersebut diikuti 20 perempuan yang tergabung dalam kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Ayawata, terdiri atas orang asli Papua dan warga transmigran, dengan memanfaatkan biji pala yang selama ini memiliki nilai jual relatif rendah.
βHarapan kami, pelatihan dan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot UI tidak hanya berhenti sampai di sini saja, melainkan dikembangkan terus sampai menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kampung Werianggi,β kata peserta pelatihan Katerina Bieth dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.
Dalam pelatihan tersebut, biji pala terlebih dahulu dijemur selama lima hingga enam hari hingga kering, kemudian ditumbuk dan direndam menggunakan alkohol 70 persen dengan perbandingan 1 banding 5 selama tiga hari.
Campuran tersebut selanjutnya disaring dan ekstraknya dikemas dalam botol semprot sebagai produk uji coba pembersih tangan.
TEP UI memilih biji pala berdasarkan kajian literatur mengenai kandungan minyak atsiri dan senyawa aktif pada komoditas tersebut, namun efektivitas formulasi yang dibuat warga masih dalam proses pengujian.
Anggota TEP UI Fhira mengatakan tim masih meneliti lebih lanjut kandungan dan efektivitas produk setelah ekstrak pala dicampurkan dengan formulasi beralkohol maupun tanpa alkohol.
βKandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu,β ujar Fhira.
Pengujian laboratorium dilakukan terhadap empat sampel, yakni kelompok tanpa pembersih tangan, pembersih tangan berbahan biji pala, berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.