NADIKABAR.COM — Peternak sapi di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat, masih menghadapi keterbatasan layanan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin. Kondisi ini berisiko membuat penyakit pada sapi terlambat terdeteksi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) menginisiasi program Posyandu Ternak Keliling dengan mendatangkan petugas kesehatan ternak langsung ke peternakan dan lapangan.

Sebanyak 1.000 ekor sapi di Distrik Prafi telah diperiksa melalui Posyandu Ternak Keliling TEP UNAIR. Dari jumlah tersebut, 150-250 ekor memerlukan pemeriksaan lanjutan. Peternak juga mendapatkan pendampingan terkait kesehatan dan reproduksi ternak, pengobatan, serta pemberian pakan. Program ini mendapat apresiasi dari peternak karena membantu menghemat biaya pemeriksaan kesehatan sapi.

"Posyandu Ternak Keliling ini sangat membantu kami sebagai peternak. Kami bisa memeriksakan kesehatan sapi dan mendapatkan obat cacing secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya," ujar Siswanto, peternak di kawasan SP3, dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).