NADIKABAR.COM — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memetakan tantangan pertanian dan perubahan iklim terhadap produksi petani di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ketua TEP Unhas Regita Faridatunisa Wijayanti dalam keterangannya di Makassar, Kamis, menyampaikan keterbatasan air menjadi salah satu persoalan utama yang mempengaruhi perencanaan musim tanam sekaligus produksi pertanian di daerah itu.
"Petani mengusulkan pembangunan bendungan permanen atau infrastruktur penyediaan air lainnya agar kebutuhan irigasi lebih terjamin," kata Regita.
Temuan tersebut, kata dia, mengingatkan kita bahwa pengembangan kawasan transmigrasi membutuhkan pendekatan yang melampaui bantuan sarana produksi.