NADIKABAR.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan korupsi terkait penerimaan mahasiswa baru (maba) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas. Terbongkarnya kasus tersebut bermula dari ditangkapnya Rektor Unsoed Akhmad Sodiq.

"Benar, KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah. Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed," ungkap Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media, Jumat (21/8/2026), dihimpun dari keterangan resmi.

"Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan oleh Penyelenggara Negara dalam penerimaan mahasiswa baru," ungkap Budi.

Selain menangkap Rektor Unsoed, KPK juga menangkap sejumlah pejabat kampus Unsoed, yakni Wakil Rektor (Warek) II dan III. Mereka adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsoed, Norman Arie Prayogo dan Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unsoed, Kuat Puji Prayitno.

"Benar (2 Warek ikut diamankan). Warek II dan III," ucapnya.

Total ada enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penerimaan maba FK Unsoed.

Daftar 6 Tersangka KPK:1.Ahmad Sodiq selaku Rektor Unsoed2.Norman Arie Prayoga selaku Wakil Rektor III Unsoed3.Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed4.Dian Mulia Wardhana selaku pihak swasta5.Adhi Wiharto selaku pihak swasta6.Mulyono selaku pihak swasta

Lebih lanjut, Budi menyampaikan, Sodiq diduga menerima suap terkait penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed.

"Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran," papar Budi.

"Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana," lanjutnya.

Budi mengungkapkan, diduga Sodiq menggunakan pihak perantara dalam perkara suap.

"Diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut," ucapnya.

KPK mengungkapkan Sodiq, menyediakan 75 kuota bagi calon maba di Fakultas Kedokteran yang orang tuanya telah menyetor uang sebagai 'syarat' seleksi Mandiri.

Dilansir NadiKabar.com, sebanyak 75 kuota itu memang disiapkan oleh Sodiq dari total 245 kuota untuk mengakomodir orang tua calon maba yang menyetorkan uang kepadanya.