"Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan asesmen terhadap kondisi lokasi kejadian. Hasil asesmen diketahui bahwa terdapat gas beracun di dalam sumur, sementara korban berada di dasar sumur dalam kondisi meninggal dunia," kata Ridwan.

"Selanjutnya petugas mengamankan area serta menyiapkan seluruh peralatan penyelamatan yang diperlukan untuk proses evakuasi," imbuhnya.

Proses evakuasi, kata Ridwan, dilakukan dengan teknik mountaineering dan sistem hauling, yaitu metode penarikan menggunakan rangkaian peralatan rescue dan sistem pengaman. Korban diangkat secara bertahap dari dasar sumur hingga ke permukaan.