Dalam kesempatan yang sama, Mendes PDT Yandri Susanto menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan program bersama tersebut. Yandri menyebut ancaman narkotika saat ini telah masuk ke desa-desa sehingga diperlukan tindakan preventif.

"Tadi kami diskusi dari hati ke hati tentang bagaimana kolaborasi antara Kemendes dan Polri dalam hal memastikan semua aktivitas di desa itu ujungnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Yandri.

Yandri turut memboyong 10 asosiasi desa dalam audiensi tersebut, mulai dari perwakilan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, hingga mantan kepala desa.

"Tapi kalau ada gangguan narkoba, minuman keras, atau kejahatan yang lain, tentu keamanan di desa kata Pak Kapolri tadi akan juga terganggu," ungkap Yandri.

"Maka usaha atau tindakan preventif dengan sifatnya kolaboratif ini tentu akan sangat kita nantikan ke depannya lebih masif lagi," pungkasnya.