NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mencatat 37 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 1 Agustus hingga 23 Agustus 2026. Data BPBD menyebutkan puluhan kejadian itu tersebar di 18 desa dan kelurahan di 6 kecamatan. Yakni Kecamatan Galis, Larangan, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, dan Tlanakan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

"Kami imbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kita hindari karhutla demi tetap lestarinya alam dan kondusifnya situasi, sehingga Pamekasan aman dari bencana," terang Dhofir, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan BPBD. Pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Damkar serta instansi terkait untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Kami juga sudah saling berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Damkar serta pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla," tambahnya.

Data BPBD menunjukkan kebakaran selama Agustus banyak terjadi pada lahan yang ditumbuhi bambu dan rumput ilalang. Luas area yang terbakar bervariasi, mulai ratusan hingga ribuan meter persegi.

Salah satu kejadian dengan luasan cukup besar terjadi di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, pada 15 Agustus. Pada hari tersebut tercatat dua kejadian kebakaran lahan ilalang dengan luas masing-masing sekitar 3.000 meter persegi.

Kejadian karhutla juga cukup intens pada 14 Agustus. Dalam sehari, kebakaran tercatat terjadi di sejumlah lokasi di Kecamatan Pamekasan, Pademawu dan Tlanakan.

Sementara itu, kejadian terbaru dalam laporan BPBD terjadi pada 23 Agustus di Jalan Kangenan Gang II, Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan. Kebakaran lahan bambu menghanguskan area sekitar 200 meter persegi.

Meski puluhan kejadian karhutla telah terjadi, BPBD mencatat tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Dalam laporan itu seluruh kebakaran juga dinyatakan berhasil dipadamkan.

Pihaknya juga telah menyebar sejumlah pamflet himbauan ke titik rawan kebakaran bersama TNI-Polri, BPBD berharap keterlibatan masyarakat bersama seluruh unsur terkait dapat menekan kejadian karhutla, terutama saat kondisi lahan kering yang membuat api lebih mudah menyebar.