NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, ternyata meminta kepada Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menyangkal dirinya pernah memberikan peringatan kepada Netanyahu serangan Hamas, kurang dari dua minggu sebelum serangan 7 Oktober 2023 melanda Israel.

Informasi tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (29/9/2026), diungkapkan oleh surat kabar terkemuka Israel, Haaretz, dalam laporannya pada Senin (28/9) waktu setempat. Haaretz mengutip sejumlah sumber yang tidak disebut namanya dalam laporannya tersebut.

Laporan Haaretz ini dirilis setelah Netanyahu dilaporkan terbang secara diam-diam ke UEA pada Minggu (27/9) waktu setempat, untuk melakukan pertemuan rahasia dengan Mohamed bin Zayed atau MBZ.

Menurut laporan Haaretz, Netanyahu dalam pertemuan itu membujuk MBZ untuk membantah laporan mengenai percakapan telepon mereka sebelum serangan Hamas terjadi. Sebelumnya, sejumlah media lokal Israel, termasuk Haaretz, marak melaporkan bahwa Netanyahu berbicara via telepon dengan MBZ sekitar 1,5 minggu sebelum serangan tersebut dan memberitahunya bahwa Hamas sedang merencanakan operasi besar-besaran.