"Khatam Quran..., khatam Quran...," demikian suara pelaku dalam video yang diucapkan berkali-kali.
Terpisah, SF, ibu kandung pelaku mengungkapkan bahwa putranya tersebut telah mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2019. Kondisinya kejiwaan tersebut dialami setelah bercerai dari istrinya.
Akibat peristiwa itu, pelaku mengalami depresi dan perilakunya berubah drastis. Pelaku kerap tidak pulang ke rumah dan memilih tidur sembarangan di jalanan sehingga membuat ibunya cemas dan sering tidak bisa tidur setiap malam.
"Sejak saat itu (2019) tidak pernah di rumah. Kalau malam saya tidak bisa tidur memikirkan dia," ujar SF.
Meski jarang berada di rumah pada siang hari, Pelaku biasanya baru terlihat saat sore hari ketika ada warga yang memanggil jasanya untuk memperbaiki mesin. Pelaku diketahui memiliki dua orang anak laki-laki dari pernikahannya.
Aksi penyimpangan AR ternyata tidak hanya membakar Al-Quran. SF membeberkan bahwa putranya tersebut kerap merusak barang-barang berharga lainnya. Anaknya juga sering menggunting uang kertas pecahan Rp 50.000 hingga Rp 100.000.