NADIKABAR.COM — Dugaan awal bahwa jasad bayi malang di Dusun Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, rusak akibat dimangsa anjing peliharaan seketika runtuh.
Di balik tanah galian sedalam 20 sentimeter di samping sebuah rumah, terkuak jejak kejahatan berdarah yang jauh lebih mengerikan. Sang bayi tewas ditikam bertubi-tubi dan bagian tubuhnya dimutilasi oleh ibu kandungnya sendiri sesaat setelah dilahirkan.
Malam mencekam itu bermula pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Rohimat Nur Fadilah, seorang warga setempat, terperangah ketika anjing peliharaannya menggigit dan menyeret benda mencurigakan yang semula ia kira bangkai ternak.
"Pertama itu dibawa sama anjing ya, dibawa langsung saya lihat, kirain anak kambing, ternyata bayi. Saya lihat, wah ada tangannya, yaudah saya panggil saudara saya gitu kan, langsung saya samperin, nah langsung telepon-telepon warga lah," ujar Rohimat.
Temuan mengerikan itu segera dilaporkan ke aparat kepolisian dan mengundang kegemparan warga satu dusun.
"Iya, langsung laporan. Anjingnya ada pemiliknya yang punya saya. (Bayinya) Kayaknya dibuang," katanya.
Saat pertama kali dievakuasi malam itu, kondisi fisik jasad bayi laki-laki tersebut memang sangat mengenaskan. Bagian tangan dan kaki kiri telah lenyap, sementara wajahnya mengalami kerusakan parah.
"Kondisinya mukanya rusak, kemudian kaki kiri sama tangan kiri itu bekas gigitan anjing. Jenis kelaminnya laki-laki," ungkap Suratman.
Polisi saat itu bergerak cepat menyisir lokasi dan membawa jasad korban ke RSUD Umar Wirahadikusumah demi membongkar misteri siapa dalang di balik pembuangan jasad tersebut.