NADIKABAR.COM — Senin (7/9) kemarin, suasana SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, dilanda keriuhan. Siswa di sana menggelar aksi protes atas dugaan kasus kekerasan seksual di sekolah.
Masalahnya, terduga pelakunya bukan orang luar. Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan berinisial AT saat itu jadi sasaran atas dugaan kekerasan seksual.
Aksi itu bahkan sempat memanas ketika ribuan siswa mengejar oknum guru tersebut yang diduga hendak melarikan diri keluar dari gerbang sekolah. Kericuhan akhirnya dapat diredam setelah pihak kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan pelaku.
Korbannya sendiri adalah seorang siswi berinisial DS. Ia saat itu mengungkapkan bahwa aksi tidak pantas yang dilakukan oknum Wakasek tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun para korban selama ini tidak berani bersuara.
DS menceritakan pengalaman buruknya saat menjadi panitia perpisahan sekolah pada 7 Mei lalu. Ketika sedang membersihkan area gedung olahraga (GOR) usai acara, pelaku tiba-tiba memeluknya dari belakang saat ia tengah berfoto.
Aksi tersebut baru terbongkar setelah salah satu pengurus OSIS berani angkat bicara. Keberanian tersebut mendorong korban-korban lainnya untuk ikut bersuara hingga guru Bimbingan Konseling (BK) mengumpulkan para siswi yang menjadi korban.
Data sementara yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual itu berjumlah 11-15 orang. Kasus ini membuat orang tua juga terpukul.