"Nanti trayeknya tidak geser ke Antapani, tetapi tetap di situ. Tapi kita sudah berikan layout-nya, muternya tidak jauh dari Cicaheum situ. Jadi tidak mengganggu aktivitas pekerjaan BRT di situ gitu," ujarnya.

Rasdian beralasan bahwa kesepakatan ini diambil dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya, Dishub harus mengeluarkan anggaran untuk memberikan kompensasi atas perubahan trayek angkot buntut pembangunan depo BRT di Terminal Cicaheum.

"Kalau ke Antapani kan nanti kita ada kewajiban untuk memberikan pelayanannya. Nambah kilometer lah, nambah apa, bikin ngerubah trayek lagi, itu prosesnya lama. Sementara kan pembangunan depo harus segera dilaksanakan, jadi biar enggak terganggu mobilitas angkot," katanya.

"Angkot hanya menurunkan penumpang aja, muternya sekitar situ. Makanya nanti juga ada kesepakatan bakal diberikan jalur 2,5 meter lah di belakang itu buat angkot masuk. Kalau pun nanti terganggu, nanti ada jalur muternya, U-turn-nya itu untuk angkot itu. Tapi tidak jauh dari terminal," pungkasnya.