"Kondisi tersebut paling sering terjadi akibat infeksi atau batu empedu, yaitu endapan empedu yang mengeras. Dalam beberapa kasus, istirahat dan antibiotik dapat membantu mengendalikan peradangan kandung empedu sehingga operasi dapat ditunda atau bahkan dihindari," ucapnya.

Limpa terdiri dari jaringan limfoid. Limpa menyaring darah dengan membuang organisme penyebab infeksi, sel darah yang sudah menua, serta sel-sel abnormal lain yang beredar dalam aliran darah. Namun, terkadang limpa menjadi terlalu aktif dan mulai menghancurkan sel-sel tubuh yang sebenarnya masih sehat.

Sebagai contoh, idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) dapat terjadi ketika trombosit dihancurkan dan dikeluarkan dari peredaran darah.

Ketika jumlah trombosit dalam aliran darah sangat rendah, memar dan perdarahan dapat menjadi kondisi yang mengancam nyawa. Meskipun obat-obatan dapat membantu, pengangkatan limpa atau splenektomi terkadang diperlukan.

"Orang yang tidak memiliki limpa lebih rentan terhadap beberapa jenis infeksi. Karena itu, jika pengangkatan limpa tidak harus dilakukan segera, sejumlah vaksinasi direkomendasikan sebelum menjalani splenektomi," tandasnya.