NADIKABAR.COM — Di tengah Kota Jogja, masih terdapat 'sawah'. Tentu, 'sawah' itu bukan sebidang tanah secara harfiah, melainkan menanam padi menggunakan galon.
Cara itu tengah digeluti Kelompok Tani Swa Katon Asri di kampung Wirobrajan. Pengembangan pertanian via galon bekas ini dianggap praktis, dan menghasilkan padi yang gemuk.
Kepala Kampung Wirobrajan, Budi Sutrisno, mengungkap awalnya kelompok tani itu menanam sayur mayur. Beberapa bulan lalu, seorang dosen pertanian di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan tantangan disertai bantuan kepada mereka.
"Tani padi itu sebetulnya inspirasinya dari UMY, kalau saya fair ya. Dari Pak Agus namanya dosen pertanian. Inspirasinya awal dari UMY itu menyarankan 'mbok sing beda, nanam padi pakai galon misalnya' gitu," ujar Budi di lahan Kelompok Tani Swa Katon Asri kampung Wirobrajan, Jumat (4/9/2026).
"Terus UMY memberikan nggak cuma bibit, duit juga kalau nggak salah Rp 6 juta karena kebutuhannya dulu nggak cuma itu, termasuk selang irigasi, pipa irigasi. itu dari program pengabdian masyarakat UMY untuk ke wilayah," sambungnya.
Budi berkata, mereka mulai menyeriusi menanam padi dengan galon bekas sekitar tiga bulan lalu. Upaya mereka juga dibantu Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja.
Penyuluh lapangan DPP Jogja, Sugio, menuturkan tugasnya memberikan informasi cara tanam padi kepada Kelompok Tani Swa Katon Asri.