NADIKABAR.COM — Abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Paparan abu juga dapat mengancam kesehatan, terutama saluran pernapasan.
Partikel abu vulkanik yang berukuran sangat kecil dapat terhirup dan mengiritasi saluran napas. Paparan dalam waktu lama juga dapat memicu stres oksidatif dan respons inflamasi pada tubuh.
Selain mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat perlu menjaga asupan makanan bergizi untuk membantu tubuh menghadapi dampak paparan abu vulkanik.
Spesialis gizi klinik dr. Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, mengatakan sejumlah makanan dapat membantu tubuh menghadapi stres oksidatif dan inflamasi. Namun, ia menegaskan tidak ada makanan yang mampu membersihkan abu dari paru-paru.
"Abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang ketika terhirup dapat mengiritasi saluran napas dan memicu stres oksidatif serta respons inflamasi," kata dr Raissa dari unggahan akun Instagram-nya, dikutip atas izin yang bersangkutan.
Dari sisi nutrisi, masyarakat dapat memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Pilih buah serta sayuran dengan beragam warna karena sejumlah bahan pangan tersebut mengandung vitamin dan antioksidan.