NADIKABAR.COM — Puluhan pegawai dan staf Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pengolahan Sampah dan Tinja Tabanan terus terpapar asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung yang sudah berlangsung selama sepekan. Keterpaparan asap yang cukup lama mendorong agar ada pemeriksaan kesehatan bagi para pegawai dan staf.
Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Tabanan, I Wayan Atmaja, mengatakan akan menyampaikan permohonan pemeriksaan kesehatan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Permohonan tersebut diharapkan bisa dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan dan Puskesmas Kerambitan.
"Permohonan cek kesehatan untuk pegawai dan staf nanti kami sampaikan kepada kepala dinas. Karena akibat terbakarnya TPA Mandung, asap yang ditimbulkan terus terjadi sehingga pegawai dan staf terus terpapar asap," ujar Atmaja saat diwawancarai, Rabu (/9/2026).
Atmaja mengungkapkan terdapat sekitar 50 pegawai dan staf di UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Tabanan. Ia berharap pemeriksaan kesehatan dapat segera dilakukan, mengingat petugas yang berada di lokasi harus berhadapan langsung dengan asap selama proses penanganan pendinginan berlangsung.
Selain berjibaku dalam proses pendinginan titik api, para pegawai dan staf juga bekerja dengan tugas berbeda di areal TPA. Atmaja sementara ini mewajibkan seluruh pegawai dan staf agar memakai masker saat bekerja.
Sementara itu, kepulan asap dari TPA Mandung juga berdampak ke sejumlah wilayah permukiman di sekitar lokasi. Beberapa wilayah yang dilaporkan terdampak tim redaksi lain Desa Kukuh, Desa Samsam, khususnya Banjar Dinas Lumajang, serta Desa Sembung Gede, terutama Banjar Dinas Mandung.
Perbekel Desa Kukuh, I Nyoman Widi Adnyana, mengatakan wilayahnya paling sering terdampak kepulan asap, terutama pada malam hari.