Menyusul insiden tersebut, Gubernur Tennessee Bill Lee memerintahkan penangguhan eksekusi hingga akhir tahun, lapor The Washington Post.

"Melaksanakan hukuman yang dijatuhkan secara sah merupakan salah satu tanggung jawab paling serius bagi Negara Bagian, dan masyarakat Tennessee mengharapkan hal itu dilakukan dengan cara yang tidak hanya legal dan konstitusional, tetapi juga efektif," ujar Lee.

Robin Maher, direktur eksekutif organisasi nirlaba Death Penalty Information Center, menyebut insiden ini sebagai peristiwa yang "unik dan belum pernah terjadi sebelumnya," seraya menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada seorang pun yang selamat setelah diberikan obat mematikan yang digunakan dalam eksekusi.