NADIKABAR.COM — Bandara Dubai mencatat penurunan kedatangan pelancong sejak konflik Timur Tengah yang dimulai 28 Februari lalu. Pada kuartal kedua ini, pergerakan turis makin parah.

Total pergerakan pesawat di Bandara Dubai mencapai 150.600 selama semester pertama, artinya ada penurunan tahunan sebesar 32,1%. Sementara di kuartal kedua ini tercatat 62.500 pergerakan, seperti dikutip dari Independent UK, Selasa (8/9/2026).

CEO Bandara Dubai Paul Griffiths tak terlalu khawatir dengan hal ini. Menurut catatannya, volume penumpang tumbuh secara stabil setiap bulannya selama kuartal kedua. Ia optimis bahwa momentum ini diperkirakan akan terus berlanjut.

"Peristiwa gangguan yang berlangsung selama dua bulan itu memang berdampak pada arus lalu lintas," ujar Griffiths kepada The Associated Press.

"Namun, tren saat ini secara keseluruhan positif," imbuhnya.

Ia mengatakan pihak bandara sedang menunggu maskapai asing, khususnya dari Eropa, untuk memulai kembali penerbangan mereka. "Saya sangat yakin kami akan kembali beroperasi penuh dalam waktu yang sangat singkat," ujarnya.