NADIKABAR.COM — Grup Volkswagen saat ini tengah menghadapi masa sulit. Perusahaan tidak hanya berencana memangkas 100.000 pekerjaan melalui perombakan besar-besaran, tetapi juga akan mengurangi sekitar 50 persen dari jajaran modelnya saat ini dan berpotensi menutup empat pabriknya di Jerman dalam delapan tahun ke depan.
Dari luar, Volkswagen tampaknya kesulitan melakukan hal yang tepat di Eropa saat ini. Namun, di China, mereka baru saja meluncurkan model yang berpotensi memberikan banyak keuntungan bagi jajaran produk globalnya, sebagaimana dilaporkan laman Carscoops, Rabu (14/10) waktu setempat.
Model tersebut adalah VW ID Era 8X, sebuah SUV besar dan mewah yang dikembangkan melalui kemitraan dengan mitra Volkswagen di China, SAIC.
Jika dibandingkan dengan SUV yang dijual VW di pasar Barat, termasuk Tiguan dan Touareg, ID Era 8X tampak seperti kendaraan masa depan yang hadir lebih awal. Model ini menunjukkan bahwa pabrikan tersebut belum sepenuhnya kehilangan kemampuannya untuk berinovasi.
Setelah diperkenalkan pada awal tahun ini, ID Era 8X kini resmi diluncurkan dan hanya tersedia sebagai kendaraan listrik dengan extended range (jarak tempuh yang diperpanjang).
Mobil ini dibangun menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt dan tersedia dengan dua pilihan baterai, yakni lithium-ion berkapasitas 51,1 kWh atau baterai nikel-mangan-kobalt (NMC) berkapasitas 65,2 kWh.
Baterai pertama menawarkan jarak tempuh dalam mode listrik murni sejauh 232 mil (373 km), sedangkan baterai NMC mampu menempuh 280 mil (451 km) dalam mode listrik.
Terlepas dari pilihan baterainya, ID Era 8X dilengkapi mesin empat silinder segaris 1,5 liter turbocharged yang menghasilkan tenaga 141 hp (105 kW). Mesin tersebut hanya berfungsi sebagai generator.
Lebih murah daripada hatchback Eropa pada umumnya
Varian paling dasar adalah Pro, yang dibanderol mulai 226.800 yuan atau sekitar Rp600 juta. Model ini menggunakan baterai 51,1 kWh dan motor listrik yang ditempatkan di belakang dengan tenaga 295 hp. Jarak tempuh gabungannya mencapai angka mengesankan, yakni 974 mil (1.567 km).
VW juga menawarkan varian Max dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 496 hp (370 kW). Varian ini menggunakan baterai 51,1 kWh dan dibanderol mulai 226.800 yuan atau 37.300 dolar AS.
Spesifikasi tenaga untuk dua varian yang menggunakan baterai 65,2 kWh belum dikonfirmasi. Namun, Max Long Range dibanderol mulai 269.800 yuan (Rp720 jutaan), sedangkan Ultra Long Range mulai 289.900 yuan (Rp777 juta). Keduanya menawarkan jarak tempuh gabungan hingga 995 mil (1.602 km).
Untuk waktu terbatas, VW memangkas harga seluruh varian sebesar 20.000 yuan atau sekitar Rp50 juta.
Bukan hanya sistem penggerak dan harganya yang membuat ID Era 8X tampak jauh lebih menarik dibandingkan model VW di pasar Barat. Semua varian sudah dilengkapi sistem bantuan pengemudi canggih dari Momenta, yang menggunakan LiDAR 192 kanal dan 26 sensor. Sistem ini memungkinkan navigasi otomatis di jalan tol maupun kawasan perkotaan.
Kabin SUV ini juga sangat berbeda dari model VW non-China. Dua layar berukuran 15,6 inci dengan resolusi 2,5K mendominasi dasbor, mengapit panel instrumen digital.
Interiornya juga dilengkapi setir berbalut kulit dengan desain dua palang yang relatif sederhana, konsol tengah bergaya mengambang, pengisi daya ponsel nirkabel, serta head-up display.
VW belum menyampaikan apakah mereka berencana menjual ID Era 8X di Eropa atau pasar lainnya. Namun, baru-baru ini terungkap bahwa VW tengah melakukan studi kelayakan untuk mengetahui apakah model-modelnya dari China dapat dipasarkan di Eropa, dengan fokus khusus pada model andalan ID Era 9X.
Tantangan utama yang harus diatasi VW adalah tarif impor yang akan dikenakan pada kendaraan-kendaraan tersebut. Hal itu dapat memaksa perusahaan menaikkan harga secara signifikan.
Jika VW memutuskan untuk mengekspor kendaraan dari China ke Eropa, langkah tersebut kemungkinan akan menuai kontroversi. Meski demikian, strategi itu bisa menjadi langkah yang dibutuhkan perusahaan untuk bersaing lebih baik dengan para rival baru.