Operasi di bawah air dilakukan oleh 34 penyelam profesional, termasuk 22 penyelam TNI AL serta dukungan robot bawah air. Operasi pencarian menghadapi kendala berupa arus bawah laut, jarak pandang terbatas, posisi bangkai kapal terbalik pada kedalaman sekitar 30 meter, serta kompleksitas ruang dalam kapal.

"Penemuan korban dari bagian dalam kapal menunjukkan bahwa bangkai KMP Virgo Transport 8 menjadi sektor prioritas pencarian, sehingga efektivitas operasi selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan pemetaan dan penetrasi kompartemen secara aman," ujar Nas.

Mengingat masih banyaknya korban hilang, operasi perlu tetap dilaksanakan secara simultan melalui penyelaman, ROV, salvage, penyisiran permukaan laut, dan dukungan udara. "Karena kemungkinan keberadaan korban tidak hanya berada di dalam kapal tetapi juga telah terbawa pola hanyutan," kata Nas.

"Penguatan penyelam TNI AL dan unsur bawah air meningkatkan kemampuan pencarian, namun arus, visibilitas rendah, kedalaman, dan konfigurasi bangkai terbalik tetap menjadi faktor risiko utama yang dapat memperlambat penetrasi serta membahayakan personel," imbuh Nas.

Hingga kini, Basarnas mencatat total 128 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 28 orang meninggal dunia. Sementara itu, 107 orang masih dalam pencarian dari total manifes 243 orang.