Ario menjelaskan keterbatasan jumlah sumber daya manusia (SDM) juga memicu adanya peristiwa pesta narkoba tersebut. Meski, lanjut Ario, razia rutin sudah dilakukan.

"Begini, perlu diketahui teman-teman semuanya, kurang lebih saya di sini menjabat 1 bulan. Jadi kami baru mendapatkan amanah baru. Tentunya dalam 1 bulan kami menjabat ini kami tetap melaksanakan penguatan kepada seluruh personel, juga melaksanakan razia baik insidentil maupun rutin," ungkapnya.

"Juga karena keterbatasan SDM jumlah per hari ini 1.279, sedangkan yang shift berjaga itu 10 orang," tambahnya.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) buka suara soal dugaan sekelompok pria berjoget dan mengonsumsi narkoba di dalam Rutan Depok.

Irjen Kemen Imipas, Komjen Rudi Setiawan, mengatakan ada dugaan pegawai Rutan Depok menyediakan narkoba dan alat-alat pesta atau party.

"Terkait di Depok, ini kami sudah melihat sebenarnya, bukan belum memperoleh, dapat informasi yang riil dari Kanwil, tapi kami sudah diskusikan bahwa ada pegawai kami yang turut membantu menyediakan narkoba dan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk berpesta," jelas Rudi di kantor Kemen Imipas, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).

Rudi menyebut pihaknya telah melakukan investigasi internal. Dia memastikan ada sanksi tegas bagi pegawai yang melanggar aturan.

"Tentunya ini akan kami dalami dan pasti akan dijatuhkan hukuman ya," ujar Rudi.