Meski jarang berada di rumah pada siang hari, AR biasanya baru terlihat saat sore hari ketika ada warga yang memanggil jasanya untuk memperbaiki mesin. AR sendiri diketahui memiliki dua orang anak laki-laki dari pernikahannya.

Aksi penyimpangan AR ternyata tidak hanya membakar Al-Quran. SF membeberkan bahwa putranya tersebut kerap merusak barang-barang berharga lainnya. AR tercatat sering menggunting uang kertas pecahan Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

Tak berhenti di situ, AR juga pernah merusak dokumen penting berupa satu buah BPKB kendaraan roda dua. BPKB tersebut digunting oleh AR, lalu potongan-potongannya ditempel di dinding rumah dan disusun berjajar tepat di bawah patung Garuda.