Bayu mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kolam viral karena airnya berubah warna menjadi merah. Namun, saat datang, kata Bayu, air kolam tersebut sudah normal kembali.

"Ya, jadi kita sudah ke sana. Pas kita ke sana memang sudah selesai perubahan warna merahnya. Kita juga sudah ambil sampel airnya," kata Bayu.

Bayu mengatakan diperlukan hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah air kolam viral tersebut aman dikonsumsi. Menurut Bayu, meskipun ada kandungan zat pewarna dalam air kolam tersebut, masih dalam batas aman atau di bawah ambang batas.

"Secara umum sih tidak baik ya. Tapi kan gini, ada ambang batas. Kalau di bawah ambang batas yang dalam aturannya itu, nggak ada masalah (jika diminum)," kata Bayu.

Bayu mengimbau masyarakat untuk menghubungi pihak berwenang jika menemukan fenomena yang tidak biasa ke pihak berwenang. Masyarakat juga tidak langsung menghubungkan setiap fenomena dengan hal-hal mistis.

"Untuk imbauannya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi seperti itu tidak langsung dikaitkan dengan mukjizat atau kegaiban atau apa gitu ya. Jadi sebaiknya masyarakat bijak untuk segera menghubungi pihak-pihak terkait untuk bisa memastikan air ini air apa gitu," kata Bayu.

"Jadi tidak langsung dijadikan sebagai air yang dikonsumsi dan atau air yang dikultuskan gitu sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak baik ke depannya gitu," imbuhnya.