Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, FX Kristandyoko, juga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan terhadap sampel menu MBG yang menyebabkan siswa SMPN 6 Boyolali, mengalami keracunan sudah keluar. Hasil Lab itu kemudian dikaji dan disampaikan ke Satgas MBG Kabupaten Boyolali.

Dari hasil tes Labkes, terang Kristandyoko, penyebab terjadi keracunan tersebut yakni menu nasi dan sayur yang terkontaminasi bakteri e-coli.

"Njih, terkontaminasi escherichia coli," kata Kris.

Menurut dia, bakteri e-coli tersebut bisa dari air yang digunakan memasang. Bisa juga karena sanitasi yang kurang.

"Bila dari air hasil tidak sesuai standar, bisa diberikan kaporit untuk desinfeksi air ya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Boyolali. Dialami oleh seratusan siswa SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 2 Boyolali pada 21 Agustus 2026.

"Untuk yang sakit hari ini tadi terdata 96 anak," kata Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMPN 6 Boyolali, Marsih Sri Hartini, ditemui di sekolah tersebut Jumat (21/8/2026) lalu.

Selain itu, jelas dia, juga terdapat 3 guru dan satu pegawai Tata Usaha yang mengeluhkan gejala keracunan. Marsih juga mengaku, mengalami gejala keracunan.