Pemprov Kalteng bersama instansi terkait telah menyiagakan 10.700 personel gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, masyarakat peduli api untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di seluruh Kalteng.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi peningkatan aktivitas karhutla memasuki musim kemarau. "Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Kalteng tetap aman dari dampak kabut asap," kata gubernur.
Karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng) memang menunjukkan tanda mengkhawatirkan. Setelah sempat turun hingga 950 titik, jumlah hotspot melonjak lagi dalam sehari.
"Berdasarkan data Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan periode 2-10 September 2026, tercatat 2.340 hotspot di Kalteng pada 10 September. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya mencatat 950 titik," ujar Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining, Jumat (11/9/2026).
Lonjakan hotspot menjadi perhatian karena terjadi saat Kalteng masih berada dalam status tanggap darurat karhutla. Pemerintah daerah bersama tim penanganan di lapangan masih melakukan berbagai upaya untuk mencegah meluasnya kebakaran.