Keputusan penundaan ini mendapat sambutan positif dari para siswa yang diwakili pengurus OSIS SMA dari berbagai daerah di Kalteng. Tambahan waktu dinilai memberikan kesempatan lebih luas untuk mempelajari materi ujian, sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap risiko paparan kabut asap saat mengikuti tes.
Ketua OSIS SMAN 1 Muara Teweh Lintang Maylaffayza berharap kualitas udara dan kondisi lingkungan di wilayahnya semakin membaik ketika TKA digelar sesuai jadwal pengganti.
"Kami mengapresiasi kepada pihak yang telah memperjuangkan penundaan tersebut demi memberikan rasa aman kepada siswa," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua OSIS SMAN 4 Laung Tuhup Vrehskyla menilai keputusan menunda TKA merupakan langkah yang tepat karena kondisi lingkungan saat ini belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan ujian.