"Tetangga kamar itu tidak begitu kenal sama Si Very. Tahu-tahu katanya si Very minat mau kos di sini," terangnya.

Terpisah, Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti mengatakan Mozza dihabisi pada 25 Juni 2025. Korban dibunuh dengan cara dibekap hingga lemas.

"Sekitar pukul 14.00 WIB terjadi keributan di kos tersebut dan pelaku membekap korban selama tujuh menit dengan tangan kosong hingga korban lemas," kata Sriniti saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (5/9).

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap setelah penemuan kerangka di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan Mahendra Very yang ditangkap pada Kamis (3/9).

Belakangan diketahui kerangka manusia itu adalah Mozza Axillia Gunarsa (17) yang dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan bukti berupa chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel yang dimiliki orang tuanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025. Diketahui, dia dihabisi dengan cara dicekik di kamar kos wilayah Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Pembunuhan ini dilakukan setelah korban dengan pelaku terlibat cekcok karena cemburu.

Setelah dibunuh, jenazah Mozza dimasukkan ke dalam karung. Pelaku lalu membuang tubuhnya di jurang Jalan Tol Jangli dengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9).