NADIKABAR.COM — Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra menilai pengurangan poin terhadap Persija tidak tepat dikaitkan karena insiden penyerangan rombongan tim Persib U18 oleh oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10).
Menurut dia, wacana sanksi pengurangan poin perlu dilihat berdasarkan regulasi yang berlaku, karena aturan mengenai hal tersebut masih dalam tahap penyusunan sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk menjatuhkan hukuman kepada Persija.
"Setahu saya, itu masih dalam tahap untuk dibuat regulasinya, bukan regulasi yang sudah berlaku saat ini," kata pria yang kerap disapa Aditya itu di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan ketentuan sanksi yang selama ini dipahaminya berkaitan dengan pelanggaran yang terjadi di sekitar stadion, termasuk dalam batas perimeter tertentu. Namun, insiden di Batang tersebut memiliki konteks berbeda karena terjadi jauh di luar lingkungan stadion.
Aditya juga merujuk pernyataan Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang menyebut kejadian tersebut merupakan ranah hukum pidana. Karena itu, dia menilai penanganan kasus sepenuhnya perlu diserahkan kepada aparat kepolisian.
Lebih lanjut dia menjelaskan proses hukum masih berjalan dan publik perlu menunggu perkembangan penyelidikan, termasuk kemungkinan bertambahnya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
The Jakmania, lanjut dia, mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas insiden yang melibatkan rombongan pemain muda Persib Bandung itu. Organisasi suporter Persija tersebut juga memastikan tidak akan menghalangi proses hukum yang sedang berlangsung.
Aditya berharap seluruh pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum. Dia juga turut menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan akibat kejadian tersebut.
Dia menekankan, penyelesaian kasus melalui jalur hukum menjadi hal penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan semua pihak memperoleh keadilan.