NADIKABAR.COM — Musisi Kanada The Weeknd telah melampaui musisi Inggris, Elton John, sebagai solois pria dalam pendapatan tur dunia setelah pendapatan tur dunia miliknya, "After Hours til Dawn", dilaporkan menembus sekitar 1,3 miliar dolar AS.
Sebelumnya, Elton John memegang rekor untuk kategori solois pria tersebut lewat tur perpisahannya yang bertajuk "Farewell Yellow Brick Road" dengan pendapatan sekitar 939 juta dolar AS.
Dilansir dari Variety, Kamis (5/11), angka pendapatan tur dunia The Weeknd tersebut dipastikan oleh pihak promotor, Live Nation, setelah musisi bernama lengkap Abel Tesfaye itu menggelar konser finalnya di Kuala Lumpur, Malaysia.
Tidak ada bagan pendapatan tur resmi serupa dengan Luminate (untuk musik rekaman) yang mencatat perolehan tersebut.
Menurut Live Nation, sejak Juli 2022, tur empat tahun "After Hours Til Dawn" di 30 negara melintasi Amerika Utara, Eropa, Inggris Raya, Amerika Latin, Australia, dan Asia. Di wilayah-wilayah tersebut, The Weeknd kembali untuk melakukan tur tambahan.
Secara total, jadwal panjang turnya memiliki 176 pertunjukan dan menjual sembilan juta tiket, termasuk tur tambahan pada 2026 saja yang menjual 3 juta tiket serta menghasilkan sekitar 500 juta dolar AS, menurut pengumuman tersebut.
Angka pendapatan dari tur dunia itu menempatkan The Weeknd tepat di belakang Taylor Swift di peringkat pertama melalui "Eras Tour" yang pendapatannya menembus sekitar dua miliar dolar AS, serta Coldplay di peringkat kedua lewat tur "Music of the Spheres" yang pendapatannya menembus sekitar 1,5 miliar dolar AS.
The Weeknd melakukan donasi amal sepanjang tur: Hingga saat ini, ia telah menyumbangkan 8,5 juta dolar AS kepada XO Humanitarian Fund dan Global Citizen, untuk mendukung penanggulangan kelaparan global dan akses ke pendidikan berkualitas bagi anak-anak di seluruh dunia.
Sepanjang tahun 2026 saja, tiga juta dolar terkumpul untuk disumbangkan kepada Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) dan Global Citizen.
Kontribusinya tahun itu untuk Global Citizen akan mendukung kampanye baru yang berfokus pada penghapusan hambatan yang dihadapi perempuan dan anak perempuan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesempatan ekonomi.
Penerjemah: Abdu Faisal