Sementara itu, Dina Sandri Fani mengisi posisi Direktur Human Capital & Corporate Service dengan pengalaman pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan nasional dan internasional.
Garuda Indonesia Group membukukan pendapatan 1,80 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang semester I 2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi bersih menyusut 23,2 persen menjadi 113 juta dolar AS, sementara laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT tumbuh 12,7 persen menjadi 74 juta dolar AS.
Perbaikan tersebut berlangsung di tengah kenaikan beban avtur sebesar 43,6 persen. Pertumbuhan pendapatan dan penyusutan kerugian menunjukkan kemajuan pemulihan bisnis di tengah tekanan biaya yang masih tinggi.
Dari sisi operasional, armada operasional Garuda Indonesia Group mencapai 104 pesawat hingga akhir Juni 2026. Ketersediaan pesawat menjadi penopang penguatan jaringan Garuda dan Citilink, peningkatan frekuensi penerbangan, serta pemenuhan permintaan perjalanan.
Capaian semester pertama merupakan hasil kerja kolektif manajemen dan karyawan, dengan Thomas sebagai bagian dari jajaran pimpinan saat itu.
Susunan pengurus yang baru diharapkan memperkuat pelaksanaan agenda tersebut melalui pengelolaan likuiditas, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas armada dan konsistensi layanan.
Dengan agenda penyehatan yang masih berlanjut, tantangan kepemimpinan Thomas adalah menerjemahkan momentum pemulihan menjadi perbaikan keuangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Garuda sebagai maskapai nasional.
Berikut susunan direksi sebelum RUPSLB yakni Direktur Utama Glenny H. Kairupan; Wakil Direktur Utama Thomas Sugiarto Oentoro; Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Balagopal Kunduvara; Direktur Operasi Dani Haikal Iriawan; Direktur Teknik sekaligus Plt. Direktur Niaga Mukhtaris; Direktur Human Capital & Corporate Service Frans Dicky Tamara; Direktur Transformasi Neil Raymond Mills.
Sementara itu, susunan direksi setelah RUPSLB yakni Direktur Utama Thomas Sugiarto Oentoro; Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Balagopal Kunduvara; Direktur Operasi Eric Ferdinand Sofyal; Direktur Teknik Mukhtaris; Direktur Komersial Alan McIntyre; Direktur Human Capital & Corporate Service Dina Sandri Fani; Direktur Transformasi Neil Raymond Mills
Kemudian susunan Dewan Komisaris setelah RUPSLB yakni Komisaris Utama Glenny H. Kairupan; Komisaris Sugito Anjasmoro; Komisaris Chairal Tanjung; Komisaris Independen Mawardi Yahya; Komisaris Independen Jaan Albrecht; dan Komisaris Independen Trey Urbahn.