NADIKABAR.COM — Pelatih Arema FC Marcos Santos menyatakan tidak adanya penyerang murni di lini depan yang bugar 100 persen, menjadi kendala bagi tim asuhannya saat ditahan imbang Persik 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.
"Tanpa striker tempo permainan kami terkadang agak melambat, jadi ketika ada penyerang sebagai pemantul dalam serangan balik para gelandang dan bahkan pemain belakang bisa memiliki titik acuan mengalirkan bola lebih cepat dan langsung," kata Marcos dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan.
Penyerang murni seperti Mauro Zijlstra memang masih menjalani pemulihan cedera, sedangkan penyerang baru Samuel Otusanya belum sepenuhnya fit, meski dimainkan sebagai pemain pengganti pada menit ke-57 menggantikan Gabriel Silva.
Marcos menyatakan para pemain yang bugar 100 persen, akan memudahkan timnya menjalankan strategi permainan, khususnya 0lebih memberikan pada gelandang dan pemain sayap.