NADIKABAR.COM — Kemunculan kelabang di dalam rumah bisa membuat suasana seketika berubah. Hewan berkaki banyak yang bergerak cepat itu biasanya membuat penghuni ingin segera menjauh atau mengusirnya dari dalam rumah.
Namun, kelabang sebenarnya tidak muncul tanpa alasan. Ada kondisi tertentu yang membuat rumah menjadi tempat menarik bagi hewan tersebut, mulai dari keberadaan mangsa hingga lingkungan yang lembap dan gelap.
Karena itu, jika kelabang beberapa kali terlihat berkeliaran di dalam rumah, membasminya saja mungkin belum cukup. Penghuni juga perlu mencari tahu apa yang membuat hewan tersebut datang.
ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kelabang masuk ke dalam rumah.
Salah satu alasan kelabang berada di dalam rumah adalah mencari makanan. Kelabang merupakan predator yang memangsa hewan-hewan kecil lainnya. Laba-laba, semut, hingga kecoak dapat menjadi mangsanya.
Artinya, keberadaan kelabang bisa menjadi tanda bahwa di sekitar rumah terdapat cukup banyak serangga yang dapat dijadikan sumber makanan.
Kondisi tersebut membuat kelabang memiliki alasan untuk bertahan di lingkungan rumah. Semakin banyak mangsa yang tersedia, semakin menarik pula area tersebut bagi kelabang.
Karena itu, menjaga rumah tetap bersih dan mengurangi keberadaan serangga menjadi salah satu langkah penting jika ingin mencegah kelabang datang kembali.
Selain makanan, kondisi lingkungan juga menjadi faktor yang membuat kelabang betah. Kelabang cenderung menyukai tempat yang lembap, seperti kamar mandi, dapur, hingga ruang bawah tanah. Area semacam itu biasanya memiliki kadar kelembapan lebih tinggi dibandingkan ruangan lain.
Pembasmi hama berlisensi, Allan Bossel, menjelaskan bahwa kelabang tertarik pada ruangan lembap karena tempat tersebut kerap menjadi lokasi persembunyian mangsanya.
Bukan hanya lembap, kelabang juga menyukai tempat yang minim cahaya. Entomolog Kris Bagnara mengatakan kelabang merupakan hewan nokturnal yang lebih aktif pada malam hari. Hewan ini juga sensitif terhadap cahaya sehingga area gelap dapat menjadi tempat yang lebih nyaman baginya.
Tak heran jika kelabang terkadang ditemukan di sudut rumah yang jarang terkena cahaya atau di area yang jarang dibersihkan.
Kondisi di luar rumah juga dapat menjadi pemicu kelabang masuk ke dalam. Hujan badai, misalnya, dapat mengubah kondisi lingkungan tempat kelabang biasanya berada. Begitu pula dengan cuaca yang terlalu panas.
Ketika kondisi di luar menjadi kurang mendukung, kelabang dapat mencari tempat perlindungan yang lebih aman. Rumah kemudian menjadi salah satu lokasi yang mungkin dituju.
Itulah sebabnya kelabang terkadang muncul setelah hujan atau ketika cuaca sedang sangat panas. Kemunculannya tidak selalu berarti rumah dalam kondisi kotor.
Jika ingin kelabang tidak kembali masuk, langkah pertama adalah menghilangkan hal-hal yang membuatnya tertarik. Salah satunya dengan mengurangi keberadaan serangga lain di dalam rumah. Bersihkan remah makanan, hindari menumpuk barang secara sembarangan, dan jaga area rumah tetap rapi.
Selanjutnya, periksa celah dan retakan yang dapat menjadi akses masuk. Celah di sekitar jendela, pintu, dinding, maupun bagian rumah lainnya sebaiknya ditutup.
Dengan menutup jalur masuk tersebut, bukan hanya kelabang yang akan lebih sulit masuk, tetapi juga serangga yang menjadi makanannya.
Mengendalikan kelembapan menjadi langkah penting lainnya. Periksa apakah terdapat keran atau pipa yang bocor. Genangan air juga sebaiknya segera dibersihkan, sementara talang perlu rutin diperiksa agar tidak menjadi tempat menampung air.
Jika ruangan terlalu lembap, penggunaan dehumidifier dapat membantu mengurangi kadar kelembapan udara. "Gunakan alat pengering udara (dehumidifier), perbaiki kebocoran air, [dan] bersihkan talang untuk menghilangkan genangan air dan mengurangi kelembapan yang mungkin terkumpul," saran Bagnara, dikutip dari The Spruce, Minggu (4/1/2026).
Langkah tersebut penting karena rumah yang lebih kering dan minim tempat persembunyian akan menjadi lingkungan yang kurang menarik bagi kelabang.
Artikel ini telah tayang di detikProperti.