"Kalau di latihan kan mereka enggak ada pressure, ya. Jadi latihan, ngelakuin, kami kasih program lama pun tahan, bisa. Saat di pertandingan terlalu banyak mikir kali."

"Karena waktu awal-awal mereka dipasangkan (berhasil) mengalahkan pemain top, rubber game. Tapi setelah bisa mengalahkan, sekarang malah (kalah sama) yang di level bawah. Jadi menurut saya itu (kayak) bukan mereka, gitu.Seharusnya bisa lebih," tegasnya.

Karel mengaku sudah berulang kali mengingatkan dan mengevaluasi hal tersebut bersama para pemainnya. Ia juga memberi pendampingan piskolog yang dilakukan setiap Rabu. Tapi sampai saat ini, masih dicarikan solusi yang tepat.

"Mereka sebenarnya menyadari itu, cuma mengatasinya yang masih, ya sama-sama mencari lah solusi terbaiknya. Jadi enggak hanya saya, saya juga minta dari mereka, bagaimana kita sama-sama cari solusi," tutup Karel.