Sudiana menuturkan pelaksanaan Tanah Lot Art and Food Festival tahun ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Ia memperkirakan perputaran ekonomi selama tiga hari festival mencapai sekitar Rp 10 miliar.

Angka tersebut tidak hanya dihitung dari transaksi yang terjadi di dalam kawasan DTW Tanah Lot. Perputaran ekonomi juga mencakup aktivitas usaha di kawasan sekitar yang turut terdampak dengan meningkatnya mobilitas wisatawan.

"Perputaran ekonomi estimasi menyentuh Rp 10 miliar. Warung, salon, hingga hotel dan restoran di sekitar Desa Beraban juga terkena imbas," ujar Sudiana.

Sudiana menambahkan dampak tersebut terlihat dari meningkatnya okupansi hotel dan restoran di kawasan Beraban. Pelaku usaha jasa seperti pekerja busana dan salon juga turut kebanjiran pekerjaan selama festival berlangsung.