NADIKABAR.COM — The Indonesian Institute (TII) meminta pemerintah segera menuntaskan instrumen evaluasi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengukur dampaknya terhadap perbaikan status gizi dan perilaku makan sehat penerima manfaat.
“Selain pengawasan, pemerintah perlu segera menuntaskan instrumen evaluasi yang dapat mengukur kualitas asupan gizi, kesesuaian menu dengan kebutuhan penerima, perubahan status gizi, dan perilaku makan sehat,” kata Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Made Natasya Restu Dewi Pratiwi dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut Natasya, hasil pengukuran tersebut perlu menjadi dasar perbaikan menu dan pelaksanaan program MBG secara berkala.
Hal tersebut disampaikan Natasya sebagai catatan evaluasi dari TII terhadap program-program di bidang sosial selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Lebih lanjut, Natasya mengingatkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah perlu memastikan evaluasi program dapat mengukur manfaat yang diterima masyarakat.