NADIKABAR.COM β€” The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) menekankan pentingnya perluasan akses layanan kesehatan mental yang terjangkau bagi korban bencana dan kelompok masyarakat rentan yang terdampak krisis iklim.

Menurut Peneliti Bidang Sosial TII Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, perluasan akses itu dapat diwujudkan, antara lain dengan membangun kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi.

β€œDana sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), misalnya, dapat diarahkan untuk mendukung penyediaan kupon konseling bagi kelompok berisiko dan korban bencana, perluasan akses skrining kesehatan mental, serta pemberian dana dukungan bagi gerakan edukasi kesehatan mental yang diinisiasi komunitas di tingkat akar rumput,” kata Natasya dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Hal itu sebelumnya telah dia sampaikan dalam diskusi Initiative! bertajuk β€œMengupas Kesehatan Mental di Tengah Krisis Iklim” yang diselenggarakan The Indonesian Institute di Jakarta, Rabu (21/10).