Dengan bayaran sebesar itu, Tijjani Reijnders mengungkapkan rencananya untuk tidak bekerja lagi setelah gantung sepatu nanti. "Tadinya ada beberapa opsi lain, tapi tidak terwujud atau pun mandek karena besarnya tebusan. Pada akhirnya aku mulai berpikir: apakah aku ingin bertahan semusim lagi di Man City tanpa merasa sepenuhnya bahagia, atau apakah aku memilih mengambil petulangan baru?" ungkap dia.
"Itulah saat aku bicara dengan Al Qadsiah dan pelatihnya, dan setelah obrolan itu, aku jadi sangat antusias," sambung Reijnders kepada Voetbalzone.
Saat ditanya apakah uang jadi dorongan di balik kepindahannya, kakak Eliano Reijnders itu menjawab terus terang. "Sudah pasti ada peran uang. Setelah karier sepakbolaku berakhir, aku enggak mau kerja lagi," kata pesepakbola berusia 28 tahun ini.