"Di akhir-akhir gim pertama kami lebih yakin, komunikasi dengan partner dan pelatih terus dijaga. Di gim kedua kami terus menaikkan hawa pertandingannya dan tidak mau tertinggal startnya seperti yang terjadi di gim pertama," tambahnya.

Sementara Ana mengaku tidak menjadikan beban harus menang sebagai tekanan.

"Kalau kepikiran harus menang itu tidak terlalu dijadikan beban tapi kami berpikir mau main seperti apa tadi di lapangan. Saat awal tadi itu memang kami terbawa pola main mereka jadi main panjang-panjang. Setelah interval coba mengubah permainan dan berhasil," kata Ana.