Ahmad menjelaskan, pada tubuh Sutrimo juga ditemukan perubahan patologis pada sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Dia mengatakan Sutrimo meninggal dunia karena penyakit jantung iskemik yang artinya kondisi saat aliran darah dan oksigen ke otot jantung berkurang akibat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah arteri koroner.
"Jadi berdasarkan dari temuan serta fakta-fakta dalam pemeriksaan ekshumasi dan autopsi, jadi seperti kami simpulkan tadi, meninggalnya almarhum Tuan Sutrimo ini karena serangan jantung iskemik," katanya.
Dia juga menjelaskan soal penyebab keluar busa dari mulut Sutrimo. Dia mengatakan hal itu disebabkan saluran nafas yang tidak lancar.
"Sedangkan busa yang keluar dari korban, ini diakibatkan karena edema paru akut. Itu bisa disebabkan karena adanya cairan pada paru-paru dan lendir, dan karena saluran nafas tidak lancar, sehingga seperti dikocok, sehingga keluar busa warna putih," ujarnya.