Teknologi AWS ini dapat menjangkau lahan pertanian hingga 40 kilometer. Kehadiran stasiun cuaca ini disambut positif oleh para transmigran yang menggantungkan hidupnya dari sektor agraris dan menekankan betapa krusialnya dukungan teknologi ini bagi keberlanjutan mata pencaharian transmigran di Merauke.
"Karena dengan pemasangan itu, kita dimudahkan. Petani sangat dibantu, karena masyarakat Kampung Harapan Makmur mayoritas penghidupannya adalah dari pertanian. Sehingga dengan adanya alat itu, warga petani Kampung Harapan Makmur sangat terbantu, dan dengan harapan ke depannya dapat bermanfaat, dapat meningkatkan kualitas hasilnya," ujar Sutamto Kepala Kampung Harapan.
Ketua Tim TEP IPB University Ahmad Junaidi menjelaskan bahwa TEP IPB University akan memberikan pendampingan berkelanjutan bagi para petani guna menerapkan pertanian cerdas iklim. Langkah ini mencakup penyusunan kalender tanam, pengaturan pemompaan air, hingga antisipasi hama secara presisi melalui dashboard digital.
"Kita akan menjadikan petaninya, petani yang bertani dengan cerdas iklim. Nah, cerdas iklim ini kan, jadi bagaimana bertani menyesuaikan dengan karakter agroklimat yang ada di sana, ya, termasuk nanti mempelajari betul bagaimana kecukupan air dan karakter-karakter agroklimat serta konsekuensi dari agroklimat itu untuk pertanian," pungkasnya