Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung untuk selanjutnya diantar ke RSUD Kuala Pembuang.
Dengan demikian, seluruh korban meninggal kecelakaan helikopter telah dievaluasi.
Kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang, Rabu (4/11), pukul 09.55 WIB. Para prajurit dalam helikopter Mi 17V5 tersebut bertugas untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.
Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang dan jatuh di ke perairan.