Dia menyebutkan keterbatasan kendaraan untuk mobilisasi petugas menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla, ditambah kondisi medan curam dan lahan bekas terbakar yang membutuhkan kewaspadaan.
βUntuk mendukung penanganan lanjutan pada Minggu (25/10), tim gabungan merencanakan pemantauan asap dan pendinginan di Grid 15, operasi modifikasi cuaca oleh BNPB, serta dukungan water bombing oleh TNI Angkatan Udara,β ujarnya lagi.
Pihaknya pun melanjutkan pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik, pendataan relawan, dan pemantauan perkembangan titik api melalui Sipongi untuk memastikan kondisi kawasan tetap terkendali.
βProses pendinginan hingga kepulan asap menghilang dan memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di kawasan TNGC,β ujar dia.