NADIKABAR.COM — Tim medis Kontingen Indonesia memastikan kebutuhan kesehatan 103 atlet tetap terjaga selama berada di Nagoya menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Ketua Tim Dokter Kontingen Indonesia Retno Setianing mengatakan pemantauan kondisi atlet sudah dilakukan sejak hari pertama tiba di Jepang, Selasa (13/10), termasuk memperhatikan asupan makanan serta kebutuhan atlet yang menjalani penyesuaian berat badan.
"Tadi kami sudah lihat sejak di restoran kemarin komposisi makanannya sudah lengkap. Karena sebagian besar kami Muslim, menunya juga sebagian Muslim. Jadi saya kira tidak ada masalah," kata Retno di Nagoya, Rabu.
Tim medis Indonesia terdiri atas dua dokter, tiga fisioterapis, dan tiga masseur yang akan mendampingi atlet selama persiapan hingga pertandingan.
Selain memantau kondisi fisik, tim medis juga memberikan perhatian khusus kepada atlet yang harus menjaga atau menyesuaikan berat badan sesuai kelas pertandingan dengan menyediakan kebutuhan suplemen.
Retno mengatakan layanan medis tidak hanya tersedia di arena pertandingan, tetapi juga dapat diberikan di penginapan masing-masing cabang olahraga.
"Tentu saja kami berikan pendampingan untuk yang cedera. Tetapi tidak usah khawatir karena tuan rumah juga menyediakan tenaga medis," ujarnya.
Menurut dia, masseur, fisioterapis, dan dokter dari kontingen tetap disiagakan apabila atlet membutuhkan penanganan di luar arena.
"Untuk di luar arena, kami menyediakan, misalkan masseur juga bisa melayani di penginapan para atlet. Fisioterapis dan dokter juga siap apabila ada teman-teman atlet yang membutuhkan," kata Retno.
Chief de Mission Kontingen Indonesia Reda Manthovani sebelumnya mengatakan kondisi atlet terus dipantau setelah menempuh perjalanan panjang menuju Jepang.
Para atlet juga mulai menjalani latihan setelah mendapatkan waktu istirahat serta menyelesaikan proses administrasi dan aktivasi kartu identitas setibanya di Nagoya.
Indonesia menurunkan 103 atlet pada Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya yang berlangsung 18-24 Oktober.