Umur panennya juga relatif lebih pendek. IPB 15S dapat dipanen 100-105 hari setelah semai, sedangkan IPB 9G dapat dipanen dalam 110-113 hari.
Sebanyak 240 kilogram benih ditanam di lahan demplot tersebut, atau 60 kilogram per hektare. Pendampingan tim tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup pengelolaan budi daya, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta pemanfaatan mekanisasi pertanian.
Program ini menyasar 50-100 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Makmur, yang menaungi 12 kelompok tani di kawasan tersebut. Panen perdana diperkirakan berlangsung pada pekan kedua Januari 2027, menyesuaikan dengan umur tanaman.
Penanaman perdana turut dihadiri Kepala Distrik Kurik, Kepala Kampung Harapan Makmur, perwakilan Balai Benih Induk, penyuluh pertanian, aparat setempat, serta para petani.
"Saya selaku Kepala Distrik mendukung penuh semua kegiatan yang berada di wilayah Distrik Kurik. Semoga seluruh proses kegiatan berjalan lancar dan memberikan hasil yang berlimpah," ujar Kepala Distrik Kurik Mariana Belekubun.