Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat mengandalkan air hujan atau mengendapkan air secara manual sebelum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama saat kawasan Bomberay-Tomage mengalami kekeringan berkepanjangan.
Kehadiran alat pengolahan air itu melengkapi pembangunan sumur bor yang dilakukan TNI di kawasan tersebut, sehingga air dari sumber yang telah tersedia dapat diolah sebelum dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Unpad Prof. Nur Atik mengatakan program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima.