NADIKABAR.COM — Basarnas menyebutkan satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter jenis Super Puma H-225 registrasi VH-HGM saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu.

Kepala Basarnas Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana dikonfirmasi di Banjarmasin, Minggu malam, mengatakan korban ketiga berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada pukul 18.08 waktu setempat setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, tepatnya kawasan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia, yang bertugas sebagai kru sekaligus navigator.

“Ya benar korban ketiga meninggal, jenazah sementara dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, selanjutnya akan dievakuasi menuju rumah sakit di Banjarmasin untuk penanganan medis lanjutan,” ujarnya.

Dua awak lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, yakni Hugh Pagi yang bertugas sebagai pilot dan Mick Betteridge sebagai kopilot sekaligus teknisi. Keduanya merupakan warga negara asing asal Selandia Baru yang telah lebih dahulu dievakuasi dari lokasi kecelakaan.

Dengan ditemukannya korban ketiga, seluruh tiga awak helikopter yang mengalami kecelakaan telah berhasil dievakuasi. Sementara penyebab jatuhnya helikopter tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan Basarnas, unsur TNI, Polda Kalimantan Selatan, Polres Barito Kuala, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kabupaten Kapuas, BPBD Kabupaten Barito Kuala, pemerintah daerah, serta potensi SAR dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Kapuas.

Sudayana menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat atas kerja sama dan koordinasi selama operasi pencarian dan pertolongan berlangsung hingga seluruh awak helikopter berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.