Secara statistik, Chinese Taipei mencatat keunggulan cukup jelas dengan mengumpulkan 75 poin, sedangkan Indonesia hanya memperoleh 46 poin. Chinese Taipei juga mendapatkan 20 poin dari kesalahan yang dilakukan Indonesia, sementara Indonesia memperoleh 11 poin dari kesalahan lawan.
Pada sektor serangan, Chinese Taipei menghasilkan 43 poin dari 106 percobaan spike, sedangkan Indonesia mencatat 31 poin dari 116 percobaan. Efektivitas serangan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Chinese Taipei mampu menjaga keunggulan sepanjang pertandingan.
Chinese Taipei juga lebih efektif dalam servis dengan menghasilkan enam poin servis, sementara Indonesia tidak memperoleh poin langsung dari servis. Dalam hal blok, Chinese Taipei menghasilkan enam poin dari 48 percobaan, sedangkan Indonesia mencatat empat poin dari 35 percobaan.
Pada aspek pertahanan, Chinese Taipei mencatat 43 dig dari 63 percobaan atau 69 persen, sedangkan Indonesia membukukan 38 dig dari 67 percobaan atau 57 persen.