Dengan skuad yang terbilang mewah karena terdiri dari sejumlah pemain diaspora asal Eropa, nyatanya Garuda tetap kepayahan dalam perjuangan di fase grup. Publik sepakbola Indonesia pun kembali dibuat terbiasa menghitung-hitung skenario peluang kelolosan.
Belum lama ini, situasi serupa juga terjadi di Piala AFF 2026. Skenario kelolosan sudah dihitung menjelang pertandingan terakhir, tetapi yang terjadi justru hasil terburuk: Indonesia gagal lolos dari fase grup.
Indonesia sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan di sepakbola ASEAN idealnya tidak menemui jalan terjal di fase grup. Situasi yang terus berulang ini seakan menjadi sinyal bahwa sebenarnya Timnas Indonesia tidak kuat-kuat amat seperti yang dibayangkan.
"Kita tahu sendiri, sekarang kesempatannya juga ada di antara kita dan Malaysia. Jadi kami fokus pada tim sendiri. Insyaallah kalau sudah rezekinya memang kita lanjut ke final," kata bek Timnas Indonesia Rizky Ridho mengenai situasi pelik timnya.
"Tetap tenang, sesuai apa yang dilatih, sesuai dari plan pelatih. Jadi kami berusaha untuk menampilkan yang terbaik besok sesuai plan dari beliau. Meskipun berakhir imbang (Vs Malaysia), tapi khususnya untuk pertahanan Indonesia itu dapat banyak pujian dari banyak orang," ujarnya menambahkan.