PBVSI mengakui komposisi tim saat ini didominasi pemain muda yang minim jam terbang internasional. Faktor pengalaman menjadi sorotan utama, terutama saat tim dalam posisi tertekan.
"Mudah-mudahan dengan hasil pertandingan di Asian Games, kita tetap evaluasi, dan tentunya pemain-pemain junior ini baru dan baru beberapa kali ikut event internasional. Mudah-mudahan semakin berpengalaman," lanjutnya.
PBVSI juga bakal terus berburu bibit-bibit baru di daerah. Pihaknya berharap klub-klub dan Pengprov PBVSI di seluruh Indonesia turut aktif mencari talenta baik putra maupun putri.
Terkait pelatih, untuk tim putri masih akan ditangani Marcos Sugiyama. Namun, kinerjanya akan dievaluasi menyeluruh setelah Asian Games sebagai persiapan menuju SEA Games.
Dalam kesempatan yang sama, Kapten Timnas voli putri Indonesia Mediol Stiovanny Yoku turut memberikan evaluasi dari kacamata pemain. Menurutnya, kekalahan 0-3 dari Taiwan di laga terakhir menjadi cerminan masalah mental dan pengalaman.
Ia menyoroti kelemahan tim saat sudah unggul namun kemudian terkejar lawan dan kehilangan fokus.