American Airlines juga menurunkan proyeksi setahun penuh, dengan memperkirakan kerugian yang disesuaikan sebesar 1 hingga 1,6 dolar AS per saham, dibandingkan proyeksi sebelumnya yaitu rugi 65 sen hingga laba 65 sen per saham.

Sementara itu, Southwest Airlines melaporkan tantangan serupa pada Rabu (21/10), meskipun laba Q3-nya melampaui ekspektasi Wall Street.

Menurut siaran pers Southwest Airlines, maskapai yang berbasis di Dallas itu, membukukan laba bersih sebesar 270 juta dolar AS dengan pendapatan operasional naik 21,2 persen menjadi 8,4 miliar dolar AS, rekor Q3 bagi perusahaan.

Namun, beban bahan bakar Southwest Airlines naik 821 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan biaya bahan bakar Q3-nya mencapai 3,92 dolar AS per galon, di atas asumsi sebelumnya yang sebesar 3,7-3,75 dolar AS per galon.

"Permintaan tetap kuat seiring kami melewati periode penerapan biaya bagasi tahun lalu dan inisiatif komersial lainnya, yang memperkuat keyakinan kami bahwa kekuatan laba yang telah kami bangun bersifat tahan lama, bahkan dengan biaya bahan bakar yang jauh lebih tinggi," kata CEO Southwest Airlines Bob Jordan dalam siaran pers mengenai pendapatan Q3 2026 perusahaan tersebut.